Selasa, 26 April 2016

Kerudungku Mahkotaku


Semenjak kelas 2 SMA aku berniat untuk menutup aurat. Dan sekarang, Alhamdulillah kerudung ini telah menghiasi wajahku. Dengan rapi kukenakan pakaian muslim dan kerudung ini kemanapun aku pergi. Ibuku yang selalu membimbing dan mengajariku berbagai cara memakai kerudung, membuatku menjadi percaya diri. Bahkan salah satu teman dekatku yang bernama Alsa juga meniatkan dirinya untuk memakai kerudung.
^^
 ‘’Sekian materi pelajaran kuliah hari ini. Bapak akhiri Assalamualaikum wr.wb..’’
‘’Walaikumsalam wr.wb ‘’ungkap para mahasiswa di kelas dengan ramai’’
Aku dan Alsa segera membereskan buku-buku dan bergegas pulang.
“Aku ke toilet dulu ya ? ‘’ungkap Alsa’’
“Jangan lama-lama ya’’
“Iya… tunggu aja di fakultas, nanti aku kesitu” Alsa menjawabnya sambil menuju ke toilet.
“Eh, kamu tau nggak ? si Alsa itu selalu ngikutin gayanya si Desi tau, pake kerudung. Kan Desi cantik, jadi banyak yang suka. Mungkin melalui jilbab Alsa juga biar banyak yang suka, ih.. aku nggak mau kayak gitu. ” salah seorang membicarakan Alsa di toilet
“Ah masa, kata siapa ?” celetuk seorang teman
“Ih.. masa kalian nggak sadar sih ? kamu lihat aja, dia kan selalu mengikuti gayanya. perhatikan saja kerudungnya, sama-sama panjang, kan itu namanya ngikutin.”
Ketika Alsa mendengar pembicaraan salah satu temannya di dalam kamar mandi, dia berusaha untuk menahan emosinya. Dalam hatinya dia merasa kesal karena telah difitnah.
Setelah teman-teman yang membicarakan Alsa keluar dari toilet, Alsa juga ikut keluar dan lari, teman yang membicarakannya melihat Alsa lewat dari toilet, mereka melihat Alsa menangis.
“Win, itu kan Alsa, dia abis dari toilet. Apa dia tadi denger pembicaraan kamu ? ”
“Iya kali, biarin aja dia tau. Biar dia sadar dan Intropeksi diri.” ungkap Winda
“Ih.. Winda, kamu nggak boleh begitu. Belum tentu dugaan kamu benar. Mungkin Alsa pakai kerudung memang udah niatnya, hati-hati deh kalau ngomong Win.”
“Ih.. iya! iya! bawel deh.”
^^^
Di fakultas aku sudah menunggu lama lantaran Alsa belum datang juga.
“Isshhh… Alsa lama banget sih..” ungkapku sambil melihat jam tangan berulang-ulang kali.
Tidak lama kemudian, aku melihat Alsa yang sedang menangis lari keluar kampus tanpa memikirkan aku yang sudah menunggu dia.
“Loh.. kok Alsa nangis sih ? Ada apa ? ” dengan heran aku mengejarnya
Dijalan Alsa sambil menghapus air matanya dan sambil berfikir
“Aku nggak ngerti apa yang mereka omongin tadi. Semua itu hanya fitnah, aku pakai kerudung bukan ingin mengikuti gaya Desi supaya teman laki-laki suka sama aku. Aku pakai kerudung emang aku sudah merasa wajib menggunakan kerudung ini .” ungkap Alsa pada dirinya
Tiba-tiba aku datang mengejarnya.
“Alsa… huh..huh…huh..” terengah-engah kelelahan aku mendekatinya.
“Desi, maaf aku tadi meninggalkanmu…” dengan suara yang sayup Alsa bicara padaku
“Nggak apa-apa, emang kamu kenapa sih ? kok kamu tadi nangis ?” ungkapku
“Nanti aja deh, di taman ya.. disini nggak enak.”ungkap Alsa
^^^                                                                                                                                    
Setiba di taman aku mulai penasaran dan mulai menanyakan.
“Kamu kenapa sih nangis ?” aku semakin penasaran
“Des, sebelumnya aku mau tanya dulu. Kamu pertama kali pakai kerudung dari kapan sih ?”tanya Alsa
“Oh itu, aku pertama pakai kerudung dari kelas 2 SMA tapi dulu aku awalnya cuman niat karena rambut aku yang pendek, jadi aku malu. Tapi sekarang aku udah tau ternyata pakai kerudung itu wajib dan nyaman buat diri aku.
Emangnya kenapa sih ? Apa ada hubungannya dengan masalahmu saat ini ?” tanyaku.
“Nggak sih, tadi aku ke Toilet, tanpa sengaja aku mendengar suara Winda dan teman-temannya membicarakan aku. Kata dia, Aku itu pakai kerudung karena aku ingin sepertimu agar teman laki-laki suka sama aku. Tapi ini fitnah. Semua itu bohong. Tapi, Kamu sebenernya merasa nggak sih kalau aku itu selalu ngikutin kamu ? ”ungkap Alsa
“Aku nggak merasa, tapi kalau kamu mengikuti gayaku untuk kebaikan dan karena Allah Alhamdulillah aku ikut senang karena penampilanku bisa membuat orang berubah menjadi perempuan yang baik.” ungkapku
“Iya.. Aku ini pakai kerudung karena Allah, bukan untuk yang lain. Dan akupun juga sadar dan merasa kalau seorang perempuan itu memang wajib menggunakan kerudung .” ungkap Alsa, lalu dia bertanya
“Oh iya Des, sebenarnya apa sih alasan kamu pakai kerudung hingga sampai saat ini ? ”
“Aku memiliki 8 alasan memakai kerudung.
Pertama aku menggunakan kerudung karena atas perintah Allah dalam surah Al Ahzab 59 dan An Nur Ayat 31.
Kedua menggunakan kerudung adalah identitas utama untuk dikenal sebagai muslimah.
Ketiga dengan memakai jilbab akan terasa lebih aman dari ganguan laki-laki.
Keempat dengan memakai kerudung orang akan menyapaku “Assalamu’alaikum” atau memanggilku Bu Haji, aku senang karena itu adalah suatu do’a. Jadi nggak cuman aman, do’a pun ada.
Kelima seorang muslimah tidak dilihat dari fisiknya. Kita tidak akan dibilang kurus ataupun gemuk. melainkan dari kecerdasan, karya dan kebaikan hati kita.
Keenam dengan kerudung pada dasarnya wanita telah melakukan seleksi pada calon suaminya. Orang yang tidak memiliki dasar agama yang kuat, akan enggan melamar gadis yang berkerudung.
Ketujuh kerudung tidak pernah menghalangi untuk maju dalam kebaikan .
Kedelapan atau terakhir seorang muslimah yang berjilbab akan merasa lebih merdeka dalam artian yang sebenarnya. Maksudnya, coba deh kamu lihat kalau di angkot-angkot, perempuan yang berpakaian terbuka saat berada didalam angkot akan resah menutupi bagian-bagian tertentu tubuhnya dengan menggunkan tas atau tangannya. kalau aku sih naik angkot dengan berbusanan muslimah ini bisa duduk senyamannya aku. Ayo.. lebih merdeka mana ? ”selesai penjelasanku
“Oh jadi begitu ya ? bener juga sih’’ ungkap Alsa
“Hahaha.. jadi Alsa pakai kerudung selamanya ya ? Insya’allah akupun juga, kan pakai jilbab itu wajib. Sekarang lupakan masalah yang tadi ya ? itu nggak benar. Percaya aja sama Allah, nanti mereka juga pada sadar kok.”ungkap nasihat dariku
“Ok! Ok! Makasih ya Des opininya aku jadi tambah bersemangat menggunakan kerudung nih…  Senang banget bisa berteman sama kamu .. Walapun di ceramahin tapi ada manfaatnya. ”ungkap Alsa
“Haha… selagi aku bisa beri solusi kenapa tidak ? yasudah kalau begitu ayo kita pulang, udah hampir setengah jam ngobrol disini.”ajakku
“yuk!”
Dan akhirnya  aku dan Alsa pulang. Alsa semakin yakin akan menggunakan kerudung, walaupun teman-temannya yang selalu membicarakannya.

Teman, tahukah kalian ? Sesungguhnya berhijab memakai kerudung bukanlah satu-satunya indikator ketakwaan, namun behijab merupakan amal dari keimanan seorang muslimah.
Jadi.. gunakan kerudung semampunya ya.